Stop Bicara Kasar pada Anak!

Baru-baru ini istriku berpesan,bahwa jangan suka membentak walaupun dia melakukan kesalahan atau kenakalan,itu bisa membuat dia trauma dan terekam dalam ingatannya. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kekerasan pada anak yang terjadi dilingkungan keluarga,semakin meresahkan dan memprihatinkan. Dimana keluarga yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak, ternyata bisa menjadi ancaman terhadap tumbuh kembang bahkan nyawa anak.
Karena seperti yang pernah saya baca ada seorang psikolog klinis Baby Jim Aditya mengatakan bemtuk kekerasan pada anak ada bermacam-macam,termasuk kata-kata kasar yang merupakan kekerasan verbal.Baby menyebutkan sebuah bentuk kekerasan yang pernah dirasakan oleh anak-anak,berpotensi melahirkan bentuk kekerasan lainnya di masa depan,dimana artinya, anak yang terbiasa dididik dengan kekerasan, dapat menjelma menjadi sosok yang gemar melakukan tindak kekerasan. Oleh karena itu kita sebagai orang tua harus lebih pintar mengendalikan diri,katanya".

Terkadang orang tua kerap memarahi anaknya agar terlihat tegas,padahal ada cara lain yang dapat dipraktikkan tanpa marah-marah. Misalnya anak melakukan kesalahan,orang tua biasanya langsung menegur dan memarahi anak tanpa bertanya terlebih dahulu,bisa saja kesalahan tersebut belum tentu sepenuhnya kesalahan si anak tadi. Hal seperti ini harus dihindari.
Janganlah menjadi orang tua yang merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari anak, sehingga merasa memiliki kekuasaan terhadap anaknya.
Idealnya,orang tua harus menjadikan hubungannya dengan anak menjadi setara, dengan begitu kekerasan verbal tidak akan terjadi.

Daripada membiasakan diri berkata kasar pada anak, ada seorang doktor di Fakultas Psikologi UI ini menyarankan pada orang tua membiasakan pujian kepada anak-anaknya, selain itu, tak ada salahnya untuk terbiasa memeluk atau pun membelai anak meskipun dia telah beranjak dewasa. Sebenarnya dalam diri orang dewasa masih ada kerinduan diperlakukan seperti anak kecil. Hal seperti itu harus dilakukan oleh orang tua untuk lebih dekat dan mengenal anak dengan lebih baik.

Terkait dengan pujian, ilmuan jepang memberikan contoh pada air, membuktikan bahwa jika air di beri kata-kata yang baik, akan membentuk kristal yang indah. Sebaliknya,jika air diberikan kata-buruk maka akan berbentuk jelek. Tubuh kita terdiri sebagian dari air, jadi berilah kata-kata yang baik pada anak-anak untuk membentuk karakternya yang lebih baik, dan perlu diingat, penelitian tersebut membuktikan kata-kata mempunyai kekuatan.

Jadi jangan meremehkan akan kata-kata terhadap anak kita,karena itu adalah proses bagi mereka untuk bertumbuh dan berkembangnya anak-anak kita,dan mereka menyerap setiap kata dan perbuatan kita,karena dari kitalah mereka belajar dan membentuk karakter anak kita dimasa depan.

No comments:

Post a Comment

INSTAGRAM FEED

@johnfreddy0618